Kamis, 30 Maret 2017

Aku Bukan Aku

Aku
Aku yang kau lihat bukanlah aku
Secarik kain putih  menutupiku
Dari pandangan mereka yang kelabu

Aku yang ada bukanlah aku
Kau lihat aku disitu?
Seorang mayat terbujur kaku

Dengan tubuh dingin membiru

Rabu, 29 Maret 2017

XII - The Hanged Man

Bogor, 4 Agustus 2016

Saya bukan peramal tarot. Bukan sama sekali. Tapi inilah hasil nganggur saya di rumah selama ± 3 bulan lamanya. Hehehe.

Jadi ini berawal dari chapter 72 tokyo ghoul:re yang rilis deket-deket sbmptn saya jadi ikutin manga ini lagi. Sekilas saya ngira ini manga cuma cerita makan-makan (makan manusia tapi -_-). Tapi ternyata, tidak. Si mangakanya alias Ishida Sui, ternyata sangat cerdas dengan ngasih hint misterinya dengan banyak cara. Dibantu sama admin dari fanpage Tokyo Ghoul Indonesia yang jago analisisnya. Ishida ngasih hint lewat buku referensi, hanakotoba, dan kartu tarot. Inilah poin pentingnya.

Tarot/tarocci adalah permainan kartu dari Italia. Kaya trump atau bridge (remi) dan dibagi dua arcana, major arcana dan minor arcana. Major arcana punya 22 kartu. Dan yang paling menarik di major arcana menurut saya adalah kartu nomor 12, The Hanged Man.

Peringatan: saya tidak meramal, hal ini hanya semacam simbolisme kehidupan yang saya alami.

The hanged man: Penerangan Visi - Penyesuaian diri dan Menunggu.

Ini salah satu tarot yang sering dipake Ishida. Tapi siapa sangka? Ternyata saya mau ga mau ngalamin juga 😂.

Berawal dari setahun sebelum saya lulus SMA. Saya punya impian, kuliah di Psikologi UNPAD. Kenapa kesana? Karena simplenya gini, saya tiga tahun belajar di jurusan IPA. Masa ga ada gunanya, tiga tahun belajar ga dipake di SBMPTN. Kalo ga di Unpad di UNS. Alasannya sama, karena disana psikologinya IPA.

Di awal niatnya mau ambil campuran. Tapi karena belajar efektif cuma sedikit waktunya, saya putuskan untuk fokus di SAINTEK. Dan 3 bulan kurang lebih, saya fokusin ke SAINTEK. Jujur, saya ga begitu suka pelajaran fisika. Dan itulah momok saya di SBMPTN. Tapi karena bagi saya itu ga ada hubungannya nanti, saya ga terlalu fokus ke situ. Saya gempur biologi dan kimia.

SNMPTN ga lulus. Impactnya ga terlalu kerasa. Tapi pas SBMPTN ga lulus, kerasa impactnya. Ditambah SM UNS juga ngga lulus, hadeuh. Saya merasa memilih Psikologi IPA, namun kenyataannya Psikologi IPA ini 'mengkhianati' saya.

Saya terus berdoa, memohon pada Allah agar menunjukkan saya jalan yang seharusnya.

Dan saat lagi mikir - sambil nyuci piring - simbol ini nyantol di kepala. Saya pun sadar, kondisi ini adalah jawabannya. Saya cari arti dari tarot ini. Dan arti dari The Hanged Man adalah, kalau saya masih keras kepala dan ga bisa nerima, ga akan ada tempat buat saya. Saya harus ubah sudut pandang dan nyusun ulang niatan saya. Dan tentu saja, nyoba sesuatu yang saya awalnya ga mau. Karena harus ada pengorbanan dan kesabaran dalam menjalani kondisi seperti ini.

Saya pun segera banting setir. Pertama, nyoba SM UPI. Jurusan Psikologi sama Ilmu Komunikasi, yang notabene kontras sama jurusan saya di SMA. Ya saya tahu biaya awal kuliahnya cukup wow, tapi orangtua menyarankan ikut saja dulu. Saya juga coba daftar D3 IPB, walaupun ga begitu tertarik juga sih. Dan saya sudah punya rencana. Kalau tidak kuliah tahun ini, saya harus berusaha lebih keras untuk tujuan yang lebih tinggi.


Tiga bulan di rumah sambil nungguin pengumuman rasanya kaya lumutan. Tiap hari kerjaannya ngabisin kuota doang. Baca komik, nonton anime, baca novel, main sama kelinci saya Si Eren, dan lain-lain. Lama-lama saya jenuh. Tentu saya ga bisa kaya gini terus selama setahun. Ya Allah, saya mau kuliah tahun ini, itu doa saya. Tapi kondisi ini butuh kesabaran dan pengorbanan, kan? Jadi saya berusaha nikmatin aja.

Dan ternyata ga lama kemudian, saat lagi santai, Kak Syifa Nurul Fitria nge-line dan ngingetin pengumumannya lagi dibuka. Saya shock! Kirain tiga hari lagi. Dengan berdebar-debar saya buka. Saya sempet mikir pas lagi loading page-nya, pasti rasanya sakit ditolak lagi. Tapi ternyata... Tadaaaa!! Psikologi!

Tapi saya ga begitu excited. Saya masih nungguin orangtua ngasih restu, antara ke IPB atau UPI. Dan orangtua ngizinin ke UPI. Ya, Alhamdulillah :)

So, itulah rangkaian peristiwa Hanged Man - Girl - ini. Bukan, saya ga nyaranin kamu belajar ngeramal pake tarot atau baca tokyo ghoul. Yang jadi poin disini adalah, ketika kamu merasa 'dikhianati' pilihan kamu, yang kamu lakukan adalah step back dan re-arrange rencana kamu. Kamu harus sabar, dan berani melihat dari sudut pandang lain buat nemuin persepsi baru. Ingat, ga ada tempat buat kamu yang keras kepala sama pilihan yang udah 'berkhianat'. Jangan kelamaan murung.

Jangan lupa minta petunjuk sama Allah swt. Ingatlah, bagaimanapun kamu berencana dia yang menentukan. Simbolisme The Hanged Man ini cuma adaptasi orang luar sama kondisi yang manusia alami, dan mereka adaptasi dari qada dan qadar Allah.

Sekian. Tetep semangat!!

551 Hari

"Jika sesuatu dapat dibuat kebiasaan baru hanya dalam waktu 21 hari, maka aku punya kelebihan selama 530 hari untuk terbiasa menunggu."

Tertahan

"Ketika dua orang memilih untuk berpisah, itu bukan mereka berhenti saling mencintai. Mereka berpisah untuk berhenti saling menyakiti." - RA Kartini

Kalau begitu, mengapa aku terus saja berusaha membencinya?

Pertanyaan itu terus saja muncul dalam benaknya
Muncul lagi, padahal baru kemarin tekad itu ia bulatkan lagi
Ia memutuskan untuk menerima lagi kekasihnya yang telah terpuruk itu, namun hanya sedikit sentilan, pondasi keyakinannya goyah

Apa cintanya hanya sebatang kayu lapuk? Begitu mudahnya ia jatuh lagi.

Kekasihnya memang miskin
Ia tak punya apapun lagi
Bahkan raganya, salah satu yang tersisa darinya, harus ia paksa untuk mencari jalan penghidupan yang lebih baik
Satu-satunya harta berharga hanyalah wanita itu
Itupun, kalau si wanita tidak nekat mencari yang lebih mapan

Ah, aku ingin selingkuh saja, pikir wanita itu
Terbayanglah seorang sahabat lelakinya
Ia baik hati, tampan, kaya, dan tentu saja dekat!
Dan sikap pria ini tak jarang membuatnya hanyut akan harapan
Dia begitu perhatian

Tapi nuraninya berkata lain
Kekasihnya sedang berjuang, tak harusnya ia tinggalkan
Apa ia lupa akan perjuangan yang selama ini ia lewati bersama kekasihnya itu?
Apakah tidak percuma, kalau dia tinggalkan apa yang telah ia korbankan dari separuh hidupnya?

Wanita itu hanya mendengus kesal
Amat dongkol hatinya karena sang kekasih tak kunjung pulang
Bahkan ia tak pulang untuk sebuah momen penting dalam hidupnya
" Sudahlah, dia bukan jodohmu," batinnya
Namun tetap saja, kekasihnya membantah
Ia terus saja berjalan, dengan segala yang bisa diusahakannya untuk membahagiakan sang wanita

Kini, wanita itu pun mulai yakin, dia benar-benar membenci kekasihnya.

Sajak Terakhir Untukmu

Sajak-sajak
Alunan biola yang mengiringi
Membuat aku tersadar
Mengapa walaupun baru sebentar
Aku tak bisa berhenti mencintaimu

Sastra-sastra
Yang telah kotor karena ulah komersil
Tak dapat menggambarkan sastraku
Yang murni hanya untukmu

Surat-surat
Dan hujan yang jatuh ke bumi
Melankolis
Tak dapat disamakan dengan roman picisan
Dalam membayangkan dirimu

Kau
Kau adalah lelaki paling jahat di muka bumi
Jahat, mengapa pula aku harus merasa kau juga mencintaiku
Bahkan berdelusi kau setia padaku

Kau
Kau bagai suatu yang manis lagi pahit di satu waktu
Dengan segala rangkai kataku
Yang ingin bersamamu

Tapi aku bukan seseorang yang kau inginkan,
Benar bukan?

Dalam kesenyapan bis kota
Dan turunnya tirai di panggung drama
Kulantunkan kerinduan terakhir padamu
Lelakiku tersayang

Jatinangor, 17 Maret 2017

Minggu, 17 April 2016

Karakter Cewek Berdasarkan Manisnya

Para cewek itu manis, iya 'kan gals? Tapi manisnya cewek ga serta merta bikin cowok ngerti karakter cewek.Buat kalian para cowok, pasti banyak dari kalian yang nggak paham karakter cewek. It's ok, kadang-kadang gue juga ga paham kok /pletak. Tapi berdasarkan survei kecil-kecilan gue, berikut adalah beberapa karakter cewek berdasarkan manisnya.

1. Cewek yang Manisnya Kaya Cokelat
by wikipedia

Siapa sih cewek yang gak suka cokelat? Rata-rata cewek suka sama camilan tinggi kalori ini. Dan mungkin ada yang kebawa sampe ke karakternya. Ciri-ciri si Manis Cokelat ini, antara lain adalah cuek, jaim, jutek kalau lu belum kenal banget sama mereka. Tapi setelah kenal, mereka adalah malaikat berhati emas yang gak pernah loe sangka kaya gimana. Sama kan kaya cokelat yang agak pahit, tapi buat yang udah kenal, dia itu salah satu sahabat yang gak bisa loe lepas. Iya 'kan?

2. Cewek yang Manisnya Kaya Madu

\\
image by www.indiatimes.com
Cewek yang alim, kalem, teduh banget itu manisnya kaya madu. Tanpa resiko, karena kebaikannya, alami!

3. Cewek yang Manisnya Kaya Gula Pasir


 
image by www,gettyimages.com
 
Makanan manis apapun bakal gak berasa kalo pake gula. Jadi, bisa dibilang cewek ini adalah cewek yang sering kita temuin. Sifatnya mudah adaptasi, supel, juga mudah larut dalam perasaan kaya gula pasir. Tapi, tetep enak dirasa eh dipandang. Kebanyakan gula bisa bikin diabetes ya guys, hehehe.
.
4. Cewek yang Manisnya Kaya Susu
image by ccclic.com

Pernah lihat cewek-cewek polos yang kaya anak kecil? Inilah cewek yang keempat. Karakternya mudah memikat orang, polos, ceria, sedikit kekanakan, dan manja. Dia tipe yang disukai banyak orang. Kaya susu, yang membawa kebaikan buat semua orang, :)

Segitu ulasan gue soal Tipe Cewek Berdasarkan Manisnya. Cewek loe tipe yang mana?

Astreas

Pertemuan yang menyenangkan. Setelah menunggu satu tahun, aku dipertemukan denganmu. Setelah berdebar-debar hati ini, kau pun datang padaku. Sebelas Februari, 38 hari sebelum Titik Aries mencapai vernal ekuinoks. Walaupun tak semua kau bawa denganmu. Deklinasi, Right Axcension, diameter sudut, satelit, ekuator, teleskop Hubble, efek Doppler dan bintang tujuh kelasmu; Oh, Be A Nice Girl, Kiss Me!

Inilah pertemuan pertama dan terakhir antara kau dan aku. Apa aku bisa bertemu lagi denganmu? Aku ingin begitu. Namun semuanya berakhir, kini ku akan kembali pada cita-citaku, masa depan yang aku sisihkan sementara demi dirimu.

Senang rasanya bisa mengenalmu, jatuh cinta padamu, walaupun saat cinta ini mendalam kau harus menunggalkan aku. Semoga kita bisa bertemu lagi. Sampai jumpa, Astronomi.



Bogor, 19 Februari 2015

Aku Bukan Aku

Aku Aku yang kau lihat bukanlah aku Secarik kain putih  menutupiku Dari pandangan mereka yang kelabu Aku yang ada bukanlah aku ...